pagi2 buta udah bangun, buka google buat cari referensi tugas, ngingkes satu novel tebel jadi beberapa paragraf aja.. cari di internet juga sama aja, nggak nyelesain masalah dan kebingunganku. Kurang bberapa hari lagi tugas kudu dikumpulin dan menyusul ujian lisan. Belom ntar si dosen nyulit2in, diputer2, tnya2 nggak 'nggenah'... haiiisss~
apa kudu gini ya jlannya jadi mahasiswa, selalu dibebani dengan banyak banget tugas dan belum tentu semuanya mulus. Kadang gampang dapetin nilai A, kadang juga kudu berjuang sampe titik darah penghabisan. Semua tergantung kemampuan sama si dosen.
Hah, nggak papa deh, bersusah2 dahulu, bersenang2 kemudian.. demi orang tua juga aku rela jalanin ini semua. Waktu jaman sma, pngennya sih cepet2 kuliah, pikirku kalo anak kuliah kerjaannya cuma gitu2 aja, nongkrong sana, nongkrong sini.. ternyata lebih kejam dari apa yg aku pikirkan !
semangat lah..
ayo lanjutkan !
Rabu, 15 September 2010
Selasa, 14 September 2010
all about photograph
Fotografi (dari bahasa Inggris: photography, yang berasal dari kata Yunani yaitu "Fos" : Cahaya dan "Grafo" : Melukis/menulis.) adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera. Tanpa cahaya, tidak ada foto yang bisa dibuat.
Prinsip fotografi adalah memokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghailkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).
Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapat ukuran pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan merubah kombinasi ISO/ASA (ISO Speed), diafragma (Aperture), dan kecepatan rana (speed). Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed disebut sebagai pajanan (exposure).
contoh foto dan kterangan..
Fotografer: Daniel Nasution
(3372)
Folder: Folder Utama
Kategori: Landscape, Nature, Lain-lain
Lokasi: Bintan Kepulauan Riau, Indonesia
Kamera: Olympus E500
Film: Digital
Lensa: Olympus Zuiko digital 14-54mm F2.8-3.5
Kecepatan: 1/60
Diafragma: f/22.0
Filter: -- Tidak Ada --
Tema: Berdikari - Canon & FN Lomba Foto Bulanan Mei 2010
Prinsip fotografi adalah memokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghailkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).
Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapat ukuran pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan merubah kombinasi ISO/ASA (ISO Speed), diafragma (Aperture), dan kecepatan rana (speed). Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed disebut sebagai pajanan (exposure).
contoh foto dan kterangan..
:: Yang Tersisa ::
Fotografer: Daniel Nasution
Folder: Folder Utama
Kategori: Landscape, Nature, Lain-lain
Lokasi: Bintan Kepulauan Riau, Indonesia
Kamera: Olympus E500
Film: Digital
Lensa: Olympus Zuiko digital 14-54mm F2.8-3.5
Kecepatan: 1/60
Diafragma: f/22.0
Filter: -- Tidak Ada --
Tema: Berdikari - Canon & FN Lomba Foto Bulanan Mei 2010
Langganan:
Komentar (Atom)